Lingga Satu
Lingga

1,7 Milyar Uang Jaspel Tak Dibayar

LINGGASATU.COM — Kekesalan puluhan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep Kabupaten Lingga sudah tidak terbendung lagi, uang jasa pelayanan (Jaspel) di tahun 2018 hingga saat ini tidak juga dibayarkan oleh pihak Management Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep yang kala itu di pimpin dr. Asri Wijaya, tidak hanya itu sejumlah tenaga medis bahkan mengancam akan menghentikan pelayanan apabila direktur Rumah Sakit yang lama tidak juga memberikan hak mereka.

“Kami menuntut jasa pelayanan yang selama tahun 2018, tidak dibayar kepada semua karyawan rumah sakit.” ujar dr. Indra Jaya perwakilan dari sejumlah karyawan RSUD Dabo Singkep Rabu (28/2).

Diterangkan dokter Indra, tuntutan seluruh para karyawan RSUD Dabo Singkep adalah meminta hak mereka untuk dibayar oleh pihak Management RSUD dan nominal yang diketahui yaitu sebesar Rp. 1,7 milyar dari yang diketahui oleh pihak karyawan. Apabila uang jasa pelayanan tersebut tidak dibayarkan, maka beberapa karyawan mengancam, tidak akan melakukan pelayanan pasien BPJS dan akan melakukan mogok kerja. Dana jasa pelayanan merupakan uang Jaspel yang bersumber, dari kapitasi dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang biasanya di beberapa daerah dibayarkan tiga bulan sekali kepada karyawan, pegawai maupun staf di Rumah sakit.

“Point terakhir dalam surat peryataan itu, kalau tidak ada keputusan kami akan tempuh jalur hukum,” sebutnya.

Ditambahkan dokter Indra beberapa hari lalu telah di laksanakan rapat yang dihadiri oleh Yusrizal SH Asisten II Bidang Pembangunan Pemkab Lingga dan pihak inspektorat, dalam kesepakatan sementara adalah akan dilakukan audit oleh inspektorat atau dan BPKP.

“Dalam pekan ini beberapa dokter akan dimintai keterangan termasuk saya oleh pihak yang berwajib. Kami berharap ada upaya serius dari Pemda, karena ini melibatkan hak orang banyak dan jumlah yang cukup besar.” terang Indra. 

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari mantan direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Dabo Singkep dr. Asri Wijaya, beberapa kali ponselnya di hubungi namun tidak ada jawaban, begitu juga dengan layanan whatsapp meski sudah di buka namun pria ini masih enggan berkomentar.

Editor : Fikri

Penulis : Oni