Lingga Satu
Kepri

Kronologi Kapal Bermuatan Semen Tenggelam Dihantam Gelombang di Selat Malaka

LINGGASATU.COM — Sebuah kapal pengangkut semen dihantam gelombang di Perairan Selat Malaka di Kabupaten Bengkalis, Riau. Satu dari 10 orang penumpang belum ditemukan.

Saat ini tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, TNI, BPBD melakukan pencarian terhadap korban. Sementara sembilan korban dievakuasi dengan selamat.

Berikut ini awal kejadian kapal dihantam gelombang setinggi empat meter.

Pada Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, Kapal Kargo KM DBS-02 GT 353 milik PT Asia Samudera Hokindo berangkat dari sebuah pelabuhan untuk angkutan barang milik TNI AL Dumai.

Kapal tersebut membawa muatan 14.000 sak semen akan berangkat menuju Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

“Ketika melalui Selat Morong Pulau Rupat Utara, kapal tersebut dihantam oleh ombak setinggi 2,5 meter sehingga kapal tersebut mulai oleng,” ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto pada wartawan, Senin (28/1/2019).

Mengetahui adanya gelombang tinggi, lanjutnya, Kapten Kapal, Haris memerintahkan anggotanya untuk segera naik ke anjungan kapal.

“Pada saat itu seluruh ABK (anak buah kapal) naik ke anjungan. Namun, kepala kamar mesin (KKM), Dasril, menuju kamar untuk mengambil sesuatu,” kata Narto, sapaan Kabid Humas Polda Riau.

Sehingga dua rekannya, Budi Santoso dan Bahtiar Rifai langsung menyusul untuk memanggil Dasril. Namun, kapal semakin oleng hingga tenggelam setelah mereka bertiga terperangkap di dalam kapal.

“Tujuh orang penumpang lainnya berhasil keluar dari kapal dengan selamat. Posisi korban saat itu terpisah-pisah terombang-ambing di lautan,” ujar Narto.

Salah satu korban, Wiyono, sempat melihat rekannya Bahtiar Rifai dan mendengar suara jeritan minta tolong dari Budi Santoso. Namun, Wiyono tidak mampu untuk menolong, karena harus menyelamatkan dirinya.

Sekitar pukul 04.00 WIB dinihari, Minggu (27/1/2019), melintas Kapal TB White Marine membawa muatan cangkang menuju Dumai.

Dia mengatakan, dalam kapal yang tenggelam itu terdapat 10 orang penumpang. Hanya saja, berdasarkan data manifes, terdapat 9 orang penumpang, yakni ABK.

“Satu orang penumpang atas nama Ismail tidak masuk manifes. Dia merupakan saudara dari crew kapal,” sebut Narto.

Atas kejadian tersebut, kata dia, kerugian ditaksir mencapai Rp 5,7 miliar.

Satu korban masih hilang

Korban bernama Dasril hingga saat ini belum ditemukan. Petugas Basarnas, kepolisian dan BPBD melanjutkan pencarian ke lokasi tenggelamnya kapal di Perairan Selat Malaka, Bengkalis, Riau.

Sebelumnya, pencarian sempat dihentikan sementara, karena cuaca ekstrem. Gelombang setinggi lima meter, sehingga kapal petugas tidak memungkinkan melakukan penyisiran.

Humas Basarnas Pekanbaru Kukuh Widodo mengatakan, tim saat ini menyisir menggunakan perahu karet. Sebab, cuaca pagi ini stabil dan gelombang tidak terlalu besar.

“Penyisiran dilanjutkan. Namun, penyelaman belum dilakukan,” ujar Kukuh Widodo dilansir Kompas.com, Senin.

Sementara itu, sembilan orang penumpang kapal yang berhasil selamat, yakni Fujianto (Mualim I), Hardiana Adi Jaya (Mualim II), Iwan (ABK), Ismail (saudara crew), Haris (Kapten Kapal), Mulidi Saputra Pasaribu (ABK) dan Wiyono (Masinis II), Bahtiar Rifai(Masinis III) dan Budi Santoso (Oiler).

Editor : Sela