Lingga Satu
Kolom

Asal Mula Polisi Tidur, Simak Penjelasannya

LINGGASATU.COM — Istilah atau kata Polisi Tidur sering kali didengar oleh pengguna jalan pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat, letak polisi tidur sering kali ditemukan oleh pengguna jalan pada area jalan sempit atau area yang mengharuskan pengguna jalan untuk memperlambat laju kendaraannya.

Dirangkum dari berbagai sumber Polisi Tidur yang sering disebutkan atau dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia yakni berikut penjelasannya, bagian jalan yang ditinggikan berupa tambahan aspal atau semen yang dipasang melintang di jalan untuk memperlambat laju kendaraan. Fungsi dari gundukan tersebut sebenarnya untuk meningkatkan atau memberikan keselamatan bagi pengguna jalan atau area sekitar jalan yang notabene ramai dilintasi oleh anak-anak atau ramai lalu lalang pengguna jalan kaki disekitarnya.

Ketinggian dan letak Polisi Tidur sendiri sudah diatur sedemikan rupa dan biasanya terdapat rambu-rambu lalu lintas, gundukannya juga dilengkapi dengan marka jalan atau garis serong berwarna putih atau kuning yang kontras terlihat oleh mata sebagai pertanda.

Dihimpun dari berbagai sumber istilah ini sendiri sebenarnya belum diketahui asal muasalnya, akan tetapi merujuk pada beberapa referensi kata Polisi Tidur berasal dari bahasa Inggris yaitu “Sleeping Policeman” yang diartikan diartikan sebagai “a bump built across roads, esp in housing estates, to deter motorists from speeding (sebuah gundukan yang dibangun melintang jalan, terutama di perumahan, untuk mencegah pengendara bermotor melaju kencang)”. Dan mungkin, Istilah Sleeping Policeman inilah yang kemudian diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi “polisi tidur”, dan menyebar sampai sekarang.

Dikutip dari Wikipedia, Kosa kata Sleeping Policeman itu sudah muncul di Oxford English Dictionary edisi 1973. Sedangkan di Indonesia sendiri, istilah polisi tidur telah ada sejak tahun 1984.

Polisi tidur sudah dicatat Abdul Chaer dalam Kamus Idiom Bahasa Indonesia tahun 1984. Sedangkan, A. Teeuw memperkenalkan polisi tidur kepada masyarakat Belanda dalam Kamus Indonesia-Belanda (2002) dengan sebutan, verkeersdrempel.

Alan M. Stevens dan A. Ed Schmidgall-Tellings pun mencatat polisi tidurdalam Kamus Lengkap Indonesia-Inggris (2005), dan meng-Inggris-kannya menjadi traffic bump.

Semoga bermanfaat

Editor : Qiky
All Resource