Lingga Satu
Lingga

Cabai Hingga Baja Impor Bikin Indeks Merosot 0,34%

LINGGASATU.COM — Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir turun sebesar 0,34 persen pada Februari 2019 dari bulan sebelumnya, dari 166,07 menjadi 165,50.

Penurunan tertinggi terjadi pada sektor pertanian yaitu 2,26 persen, diikuti sektor pertambangan dan penggalian 0,17 persen serta kelompok barang impor nonmigas 0,04 persen.

Sementara sektor industri naik 0,12 persen dan kelompok barang ekspor nonmigas turut naik 0,16 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, ada beberapa komoditas yang alami penurunan harga pada Februari, mulai dari cabai merah hingga baja impor.

“Komoditas yang turun antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, kol, ayam ras, bawang merah, daging ayam serta besi dan baja impor,” ujar dia di Kantor BPS, Jakarta Pusat dilansir Liputan6.com, Jumat (3/1/2019).

Untuk bahan bangunan atau konstruksi, IHPB bulan ini naik 0,11 persen dari bulan sebelumnya karena ada kenaikan komoditas kloset, wastafel, pasir, tripleks, genteng, keramik lantai dan sejenisnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi0,08 persen pada Februari 2019. Ini berbeda dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 sebesar 0,32 persen (mtm).

“Pada Februari 2019, terjadi deflasi sebesar 0,08 persen. Untuk tahun kalender sebesar 0,24 persen, sedangkan tahun ke tahun terjadi inflasi 2,57 persen,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di Jakarta, Jumat 1 Maret 2019.

Menurut dia, deflasi pada Februari pernah terjadi pada 2016 lalu. Deflasinya bahkan lebih tingginya yaitu sebesar 0,09 persen.

“Pernah deflasi lebih tinggi dari ini, yaitu di ‎Februari 2016 yang mengalami deflasi 0,09 persen,” kata dia.

Yunita menjelaskan, dari 82 kota cakupan perhitungan indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 69 kota mengalami deflasi. Sedangkan 13 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah Serang sebesar 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi yaitu di Tual sebesar 2,98 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,03 persen.

“Deflasi di Merauke ‎lebih disebabkan oleh penurunan harga sayuran, cabai, itu mengalami penurunan harga‎. Inflasi tertinggi di Tual disebabkan karena sayuran khususnya bayam dan ikan segar,” tandas dia.

Editor : Kiky