Lingga Satu
Kepri Lingga

Ikan Tamban Lalu di Salai “Tamban Salai”

LINGGASATU.COM — Tak afdol (sah) rasanya jika sudah menjejakkan kaki di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau tapi tidak mencicipi atau membawa oleh-oleh (buah tangan) “Tamban Salai”, kreasi ikan laut yang namanya akrab disebut ikan Tamban oleh masyarakat Kepulauan Riau ini, sebelum dinamai atau diakrab dengan panggilan Tamban Salai harus diolah terlebih dahulu dengan cara di asapi (salai) terlebih dahulu, ingat !!! bukan di bakar atau di goreng.

Pengolahan untuk menjadi tamban salai bisa dikatakan gampang-gampang susah. Tapi faktanya setelah melihat langsung dari awal menusuk-nusuk bola mata ikan tamban tersebut ternyata ribet dan susah, pada kesempatan pagi yang cerah di hari Minggu (31/03/2019) tim Linggasatu.com menelusuri daerah pesisir Kabupaten Lingga tepatnya di Air Merah desa Lanjut Singkep Pesisir Kabupaten Lingga. Dalam perjalanan tersebut kami menemui Pak Bahtiar yang namanya dikampung tersebut terkenal dengan pedagang Tamban Salai. Lelaki paruh baya yang sedang sibuk berada di pondok belakang rumahnya dengan ditemani sebilah kampak, seonggok kayu bakar, sekumpulan sabut kelapa, dan setumpuk ribuan ikan Tamban segar yang saat itu telah ditusuk-tusuk pada bagian matanya dan telah tertata rapi untuk di eksekusi.

Ikan Tamban segar yang telah ditusuk pada bagian matanya tersusun rapi

Menurut Bahtiar berjualan Tamban Salai sudah dilakoninya sejak puluhan tahun yang lalu. Pengolahannya gampang ikan tamban yang dibelinya dari nelayan seputaran kampungnya tersebut terlebih dahulu di cuci bersih dan di tusuk-tusuk pada bagian matanya menggunakan tusukan yang dibuatnya dari bilahan bambu.

“Nyalainya gampang lah pak, cuma biji mate sakit kena asap” kata Bahtiar sembari mempersiapkan dapur sederhana pengasapannya

Ikan Tamban diantara kepulan asap sabut kelapa

Jika tamban salai tersebut sudah masak terlihat dari kulit ikan tamban yang sudah mulai menguning dan aroma khas nya yang menggugah selera siapa saja yang mencium, dan menurut Bahtiar Tamban Salai nikmat disantap dengan nasi hangat dan sambal belacan.

“Tak ada resep khusus saat disalai, dan tamban salai nikmat disantap dengan nasi hangat bersama sambal belacan dan kecap” kata Bahtiar sambil membolak balik ikan tamban yang sedang disalainya

Dikatakan Bahtiar secara detail proses pengolahan Tamban Salai yang menurutnya sangat gampang ini, pada intinya ikan tamban tersebut hanya diasapi dengan sabut kelapa bukan dibakar atau dipanggang apalagi di goreng. Asap yang dihasilkan oleh sabut kelapa tersebut merubah ikan Tamban yang semulanya segar dan berwarna perak menjadi kuning kecoklatan dengan kondisi daging yang telah mengering, dan untuk menjadi ikan tamban salai yang nikmat disantap pengasapan membutuhkan waktu lebih kurang 6 sampai dengan 8 jam.

Ikan Tamban Salai yang telah siap untuk disantap

Diakhir pertemuan dengan lelaki paruh baya yang tiap hari nya berenang diantara kepulan asap sabut kelapa, kami tergugah ingin mencicipinya. Bermodalkan uang 50 Ribu kami mendapatkan 100 ekor tamban yang sudah disalai dan siap di santap.

Editor : Ony
Penulis : Fikri