Lingga Satu
Lingga

Mie Instan dan Hilangnya Yuli, Polres Lingga Telusuri Jejak Identitas

Linggasatu.com — Matahari siang itu Senin 7 Januari 2019, terasa panas menyengat kulit, Ridwan (40) warga Desa Sungai Harapan Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga tampak tertunduk lesu, pria yang bekerja serabutan ini mengaku lelah karena beberapa hari belakangan ini kurang tidur, pria yang telah memiliki dua orang anak ini adalah suami dari Yuli yang dikabarkan hilang di Hutan Dusun Pengambil Desa Sungai Harapan Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.

Tengkorak dan Tulang belulang dalam kantong jenazah di kamar mayat RSUD Dabo

Sambil menghela nafas panjang pria yang sering memakai topi merah ini mengaku kecewa karena belum bisa membawa jenazah istrinya yang saat ini berada di kamar mayat RSUD Dabo Singkep.

“Kita masih menunggu dari Polisi, karena mereka mau memeriksa dulu apakah mayat itu istri saya atau bukan” ujar Ridwan dengan pandangan kosong pada Selasa (07/01/2019)

Penemuan Tengkorak dan Tulang belulang yang diduga Yuli dibawa ke kamar mayat RSUD dabo

Kepada beberapa wartawan yang menemuinya saat itu, Pria ini menceritakan sedikit kegundahan hatinya, sebelum Yuli dikabarkan hilang, sempat terjadi sedikit pertengkaran kecil yang dikarenakan mie instan.

Lebih jauh Ridwan bercerita, Yuli (istrinya-red) yang saat itu pada hari Sabtu 15 Desember 2018 sedang tidak enak badan karena sakit, meminta dibuatkan mie instan pada salah seorang tetangganya, namun karena mie instan tersebut belum juga dimasak akhirnya Yuli memilih untuk pulang kerumah.

Tengkorak dan Tulang belulang yang diduga kuat adalah Yuli

Ridwan sempat melarang istrinya keluar rumah selain karena kondisinya sedang sakit, dirinya juga tidak enak sama tetangga karena istrinya meminta dibuatkan mie instan.

“Dia memang sempat marah dan bilang kalau saya jahat, karena saya sempat melarangnya meminta mie instan di rumah tetangga yang masih ada hitungan keluarga tersebut” imbuh Ridwan sambil menyalakan sebatang rokok.

Pihak kepolisian Polres Lingga dan Tim DVI Polda Kepri sedang melakukan pengambilan sampel DNA

Ridwan mengaku tidak tau persis jam berapa istrinya keluar rumah, namun pria itu baru sadar kalau istrinya tersebut meninggalkan rumah sambil membawa mangkok plastik, Ridwan bergegas memberi tahu anaknya Mulyadi (10) namun setelah keliling mencari akhirnya wanita dua orang anak tersebut tidak di temukan.

Setelah kebingungan keliling mencari dan tidak ditemukan jejaknya, Ridwan melaporkan kehilangan Yuli ke perangkat desa untuk meminta pertolongan mencari istrinya, tidak hanya perangkat desa dan warga sekitar yang ikut menelusuri jejak Yuli tapi juga melibatkan, Satuan Pamong Praja Pemkab Lingga, Tim SAR, Polisi dan TNI dengan menelusuri keberadaan Yuli hingga keluar masuk hutan Pengambil, namun jejak Yuli tidak kunjung ditemukan. Setelah tujuh hari dilakukan pencarian namun tidak juga ditemukan akhirnya pencarian dihentikan.

Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Yudi Arvian dan Kapolsek Singkep Barat IPTU Idris bersama Tim DVI Polda Kepri menuju ke Kamar mayat RSUD dabo

“Sebelum kami menikah, Yuli memang sedikit mengalami ganguan mental dan ini dialaminya sampai kami memiliki dua orang anak” terang pria ini sambil menghela nafas

Seperti diketahui pada tanggal 5 Januari 2019 sekitar pukul 16.00 WIB dihutan Pengambil ditemukan oleh warga bernama Dayut (34) dan Usman (63) Tengkorak dan tulang belulang yang diyakini adalah jasad manusia, saat itu kedua pria tersebut hendak memancing ikan disebuah kolong (danau-red) yang berada ditengah hutan, tak ayal penemuan tersebut menjadi geger dimasyarakat yang mana pada beberapa waktu lalu Yuli diduga hilang masuk kedalam hutan. Masyarakat dan suami Yuli (Ridwan-red) menyimpulkan penemuan tersebut adalah jasad Yuli.

Jasad Yuli yang hanya menyisakan Tengkorang dan Tulang belulang

“Yang menemukannya Dayut dan Usman, berjarak sekitar 500 hingga 600 meter dari rumah dan saya menduga itu adalah jasad istri saya, dikuatkan dengan celana pendek (warna abu-abu) yang digunakannya sebelum dia (Yuli-red) hilang” kata Ridwan

Penemuan Tengkorak dan tulang belulang itu langsung ditangani oleh pihak kepolisian Polres Lingga, Kapolres Lingga AKBP Joko Adi Nugroho, SIK. MT melalui Kasat Reskrim AKP Yudi Arvian, SH. SIK tidak mau menduga-duga terkait penemuan mayat yang menyisakan tengkorak dan tulang belulang tersebut, pihak Polres Lingga mengambil langkah untuk memastikan atas jenazah tersebut dengan melakukan penyidikan terlebih dahulu terkait penemuan jenazah tersebut. Hal ini dilakukan guna untuk memastikan keakuratan dan kebenaranya, Polres Lingga mendatangkan tim DVI Dokkes Polda Kepri pada tanggal 07 Januari 2019 untuk melakukan pemeriksaan guna menentukan jenis kelamin serta Identitas Akurat dengan pengambilan sampel DNA dari anak Yuli (Mulyadi-red) dan Jenazah untuk dicocokkan, dan selanjutnya sampel DNA tersebut akan dikirim ke Dokkpol Mabes Polri.

Hari pertama jasad Yuli ditemukan langsung dievakuasi ke Kamar mayat RSUD Dabo

“Hasil pemeriksaan tim DVI sangat diperlukan sebab sesuai prosedur untuk mengidentifikasi jenasah secara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, nantinya tim DVI baru bisa menyimpulkan jenasah tersebut antara 2 hingga 3 minggu” terang AKP Yudi

Ridwan suami Alm. Yuli

Untuk diketahui pada Rabu 08 Januari 2019 pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah Yuli kepihak keluarga untuk dikebumikan secara islam.
(Semoga Almarhum diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan)

Editor : Fikri
Penulis : Oni