LINGGASATU,Dabo – Ketua Paguyupan Jowo Manunggal (JM) Kabupaten Lingga, Jhony Prasetyo mengapreasiasi atas jalanya musyawarah Sanggar Seni Reog Singo Ludro Bantarangi yang berlagsung dengan aman dan lancar dan menetapkan secara aklamasi Kopka (Apm) Hari teguh Santoso sebagai Ketua dan Eko Budiono sebagai Wakil Ketua.
‘’ Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Sanggar Reog merupakan proses penting untuk menentukan pemimpin sanggar yang akan mengarahkan kegiatan seni pertunjukan reog terutama di Kabupaten Lingga, dengan adanya pimpinan Sanggar kali ini kita sama-sama berharap kesenian reog akan di kenal semakin luas.’’tutur Jhony Prasetyo Kamis (22/5/2025).
Ditambahkan Jhony kesenian reog sudah lama tumbuh dan menjadi hiburan rakyat di Kabupaten Lingga , Provinsi Kepri. Kesenian khas asal Ponorogo, Jawa Timur ini tumbuh dan berkembang bersama dengan sejumlah kesenian lokal khas Lingga.

‘’Kalaborasi kesenian reog dengan kesenian lokal menjadi salah satu hiburan alternatif warga di tengah tumbuhnya industri modern, proses akulturasi budaya khas lingga kepri dan kesenian reog sendiri terjadi setelah masyarakat Jawa terutama Jawa Timur bertransmigrasi ke Kabupaten Lingga sekitar tahun 90-an, bukanya saling mematikan dua budaya ini justru saling melengkapai satu sama lain.’’ imbuh Jhony.
Sementara itu Ketua Reog Singo Ludro Bantarangi mengucapakan terima kasih atas kepercayaan yang di berikan oleh masyarakat jawa terutama anggota Sanggar Seni Singo Ludro Bantarangin yang ada di Kabupaten Lingga yang telah mempercayai dirinya untuk memimpin Sanggar Reog ini.
“ Saya mengucapkan terima kasih pada para sesepuh kami di Jowo Mangunggal, anggota sanggar dan semua warga jawa yang ada di perantuan yang ada di Kabupaten Lingga, kita akan meneruskan cita-cita para sesepuh untuk menjaga dan melestarikan kesenian reog Ponorogo di Kabupaten Lingga di tengah perkembangan zaman dan himpitan usia para pemainya yang semakin tua.’’ ujar pria yang bertugas Balai Pengobatan Lanal Dabo Singkep.
Teguh akan mengajak para anggota kesenian reog untuk lebih memperkenalkan kesenian Reog lebih luas lagi seba pria ini berharap kesenian ini terbuka untuk semua golangan tidak hanya orang jawa saja, teguh juga mengaja para pemuda yang antusias mengenali dan ingin mempelajari kesenian reog Ponorogo.(Laporan wawan)




