• Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
SPIRIT OF LINGGA
Advertisement
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
SPIRIT OF LINGGA
No Result
View All Result
Home Headline News

Guru Mengaji Yang Hidup Sebatangkara Butuh Bantuan

Vee by Vee
April 9, 2020
in Headline News, Lingga

Foto : Rumah Nek Su di Berindat (f-tya)

447
VIEWS

LINGGA – Sambil duduk bersandar di dinding kayu rumahnya, wanita itu mengembalikan Alquran ke raknya, di dalam rumah berukuran tidak terlalu besar, wanita itu adalah Suriah (76), warga Batu Putih, Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, yang Hidup sebatang kara selama belasan tahun, tanpa sanak famili, saudara dan anak-anaknya.

 ‘’Saya biasanya mengajar ngaji anak-anak, ada yang iqra’ dan Alquran dulu banyak sekarang sudah agak berkurang karena sudah banyak yang tamat.’’ Tutur  Nek Su pangilan akrap wanita paruhbaya ini dengan terbata-bata, Kamis (9/4/2020).

Foto : Nek Su sang guru ngaji (f-tya)

Sepeninggal suaminya, Nek Su hidup sendiri, wanita ini bahkan tidak mengetahui, di mana anak laki-lakinya saat ini, yang pada waktu itu pamit bekerja berlayar ke Kota Batam namun hingga saat ini tak juga pulang kembali kerumahnya.  Guru ngaji ini menuturkan, satu-satunya mahluk hidup yang menemaninya di rumah adalah seekor kucing. ‘’kadang-kadang ada kucing disini saya terkadang memberi makan kucing itu, untuk di jadikan kawan,’’ Terangnya.

Nek Su menuturkan, untuk makan sehari-hari, wanita ini sering mendapat bantuan dan uluran tangan dari tetangga-tetangganya, sebab untuk bekerja kondisi sudah tidak memiliki tenaga lagi, dia mengaku bergantung pada belaskasihan para tetangga sehari-harinya. ’’ Alhamdulillah ada yang peduli, yang berikan saya beras, di situlah saya makan, kalau sudah tinggal sedikit, saya masak bubur dan puasa saja,’’ katanya.

Guru ngaji ini mengaku mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lingga sebagai honor mengajar ngajinya Rp 100 ribu, namun hal itu tidak lama honor yang di tunggu-tunggu sampai saat ini belum juga ada padahal setiap bulan dia harus membayar listrik Rp 20 ribu. ’’Saya minta bagi listrik sama tetangga untuk penerangan, kalau anak-anak yang belajar mengaji saya tidak pernah meminta bayaran, sebab kita memberikan ilmu untuk bekal mereka kelak.’’imbunya. (tya)

Tags: lingga
Vee

Vee

Related Posts

Headline News

SMP Negeri 1 Singkep Gelar Pemilihan Ketua OSIS

November 18, 2024
Headline News

PWI Lingga Ajak Peserta Pelatihan Jurnalistik Perangi Hoax

September 6, 2024
Headline News

Dua Paslon Siap Bersaing di Pilkada 2024, Pendaftaran Resmi Ditutup

Agustus 30, 2024

BERITA TRANDING

  • Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Golkar Tancap Gass Di Pilkada Lingga Jagokan Kamarudin Ali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengalaman Sutan Sunat di Safute Robot (Safubot)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gogon Srimulat Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Mantan Kapolres Lingga Dicatut Oknum Tidak Bertanggung Jawab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved

No Result
View All Result

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved