Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia menganalisa tingkat kerentanan kebakaran di Indonesia masih sangat tinggi diperkirakan oleh BMKG Indonesia peristiwa ini akan berlangsung hingga 21 September 2019 mendatang. Kondisi ini berlaku dibeberapa pulau dan provinsi di negara kepulauan.
“Berdasarkan analisa kondisi cuaca, tingkat kemudahan terbakar hingga tanggal 21 September masih sangat mudah terbakar di sebagian wilayah Sumatera, yakni Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalimantan yakni Kalbar (Kalimantan Barat), Kalteng (Kalimantan Tengah), Kalsel (Kalimantan Selatan), Kaltim (Kalimantan Timur), Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi,” jelas Humas BMKG, Dwi Rini Endrasari, kepada awak media (17/9/2019).
BMKG Indonesia menganalisa secara umum musim kemarau akan berlangsung sampai dengan bukan Oktober 2019, menurut Dwi Rini musim hujan akan mundur 10 hingga 30 hari dari semestinya.
Menurut Dwi Rini Humas BMKG awal musim hujan akan terjadi pada bulan Oktober dan puncaknya akan benar-benar terjadi pada Januari dan Februari tahun depan.
Dikutip dari detikcom, Dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau (17/9/2019), Presiden Indonesia Joko Widodo kembali menekankan pentingnya langkah pencegahan. Jokowi menyadari penanganan titik api yang terlanjur meluas dan mengakibatkan kabut asap parah seperti sekarang ini tak mudah dilakukan.
“Pencegahan itu lebih efektif. Pencegahan itu tidak membutuhkan biaya banyak. Lebih efektif.”
“Tapi kalau sudah kejadian seperti yang kita lihat sekarang ini, sudah kerja yang luar biasa (sulitnya),” kata Presiden Joko Widodo.
Editor : Fikri
Source : Detikcom
