LINGGASATU.COM — Film dokumenter ‘Sexy Killers’ oleh Watchdoc yang mengupas kompleksitas bisnis batu bara juga mengangkat soal isu kesehatan. Termasuk soal kesehatan paru yang dialami sejumlah orang yang tinggal di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), salah satunya di PLTU Panau di Palu. Salah satu penduduk bernama Novi terdiagnosis kanker nasofaring.
Terkait dampak tersebut, Kementerian Kesehatan RI memberikan tanggapannya. Dikatakan, butuh kajian untuk memastikan kaitannya dengan kanker.
“Tidak secepat itu kalau kanker ya, kajiannya harus dalam. Kalau misalnya disebut PLTU menyebabkan kanker, semuanya kanker dong? Perlu kajian,” kata dr Achmad Yurianto, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dikutip dari Detikcom, Kamis (18/4/2019).
Meski begitu, tentu saja dr Achmad menyorot soal habitat manusia yang normalnya berada pada udara yang bersih. Pihaknya pun juga sebenaenya sudah sering melalukan kordinasi dan diskusi lintas sektor untuk membahas soal isu lingkungan yang berimbas pada kesehatan.
“Oleh karena itu kita minta teman-teman dari lingkungan hidup untuk secara ketat ngontrol kualitas udara yang muncul dari wilayah kepabrikan ini. Kami yang menentukan udara yang bersih begini, kalian yang mengawasi, kalau nggak bener ya Anda yang tegur,” tegas dr Achmad.
- INACA Apresiasi Kemitraan Strategis Jasa Raharja dalam Ekosistem Penerbangan Nasional
- Kabut Asap Semakin Tebal, PT Jasa Raharja Tanjungpinang Bagikan Masker Gratis di Traffic Light Bintan Center
- Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan
- Jasa Raharja Kepri Hadiri MUSCAB Organda Batam 2026, Perkuat Sinergi Keselamatan Transportasi
- Jasa Raharja dan Kejati Sumut Perkuat Sinergi Kelembagaan dan Tata Kelola Perusahaan
Berdasarkan film dokumenter Sexy Killers, warga di sekitaran PLTU Panau mengeluhkan adanya alergi debu dan sakit paru-paru. Salah satu warga bernama Novi pun berobat ke Jakarta karena kanker nasofaring namun sayangnya nyawa wanita itu tak terselamatkan.
Editor : Sakti



