Lingga Satu
Nasional

Jack Ma Umumkan Pensiun Dari E-Commerce Alibaba

[rev_slider alias=”iklan1″][/rev_slider]

Linggasatu.com — Jack Ma umumkan akan pensiun dari raksasa E-Commerce Alibaba pada Senin (10/9) mendatang dan memusatkan perhatian pada kegiatan filantropis dan pendidikan.

Ma mengatakan kepada harian New York Times bahwa dia berencana mundur dari perusahaan itu dan merujuk bahwa masa pensiunnya ini merupakan “awal dari satu era” bukan akhir.

Ma berprofesi sebagai guru bahasa Inggris sebelum mendirikan Alibaba pada 1999 dan membangun perusahaan itu menjadi raksasa internet bernilai miliaran dolar.

Kekayaan pribadi Jack Ma meningkat seiring dengan peningkatan nilai perusahaan yang mencapai US$420,8 miliar berdasarkan harga sahamnya saat bursa ditutup pada Jumat (7/9).

Ma mengungkapkan bahwa masa-masa menjadi guru di Univeristas di kota asalnya Hangzhou, adalah periode kehidupan terbaik yang pernah dialaminya.

Dia dikutip mengatakan bahwa ketika tak punya banyak uang, dia tahu cara memakainya, namun ketika menjadi seorang miliuner, dia memiliki sangat banyak tanggung jawab.

“Jika memiliki (uang) kurang dari US$1 juta (Rp13,4 miliar), Anda tahu bagaimana cara menghabiskannya,” kata Ma.

Ma menambahkan bahwa dia merasa harus menggunakan uangnya ‘atas nama masyarakat.’

“Saya akan menggunakannya dengan cara kami (masyarakat). Ini adalah kepercayaan.”

Jack Ma Umumkan Pensiun dari Raksasa e-commerce Alibaba

 

Ini bukan kali pertama Ma bicara soal hambatan dan kesulitan jadi miliuner. Saat berbicara di panel Clinton Global Initiative di New York, dia mengungkapkan bahwa kehidupannya sebagai guru adalah masa-masa yang fantastis.

Ma mengatakan bahwa orang yang punya uang US$1 juta (13 miliar) adalah orang yang beruntung, namun ketika punya uang US$10 miliar, Anda akan terjebak dalam masalah.

“Namun sejujurnya, saya pikir ketika orang berpikir terlalu tinggi tentang Anda maka Anda punya tanggung jawab untuk tenang dan menjadi diri sendiri.” kata Ma

Bulan lalu Alibaba yang merupakan perusahaan e-commerce terbesar di China memperingatkan bahwa investasi di bisnis pengiriman akan terus menekan profit meski membukukan pertumbuhan pemasukan yang tinggi di kuartal kedua.

Jack Ma baru saja bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo ketika dia menghadiri upacara penutupan Asian Games 2018.

Dalam pertemuan dengan Ma, Menteri Komunikasi Rudiantara mengatakan Indonesia berupaya meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan di tingkat pengambil keputusan dalam mengembangkan dunia teknologi informasi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia mengusulkan agar Jack Ma membuat badan pendidikan yang akan disebut sebagai Jack Ma Institute.

Merujuk pada Jack Ma Institute, Rudiantara  sempat menyebut bahwa ide ini pertama kali dilontarkan dan diminta oleh Indonesia.

“Saya bilang Anda kan guru […] kenapa ga kembangin di Indonesia?” ujar Rudiantara.

-Artikel Asli-

[rev_slider alias=”iklan1″][/rev_slider]