Lingga Satu
OlahRaga

MotoGP San Marino : Adu Ilmu Rossi vs Marquez

[rev_slider alias=”iklan1″][/rev_slider]

MotoGP — Perseteruan Valentino Rossi vs Marc Marquez kembali memanas jelang balapan MotoGP San Marino 2018 di Sirkuit Misano, Minggu (9/9). Sebuah perseteruan yang terlihat seperti perang urat saraf Rossi vs Marquez.

Marquez mengulurkan tangannya ke arah Rossi di sela konferensi pers jelang MotoGP San Marino, Kamis (6/9). Rossi hanya melemparkan senyuman dan menggeleng-gelengkan kepala sebagai tanda enggan menjabat tangan Marquez.

Insiden itu membuat hubungan Rossi dengan Marquez kembali memanas. Ini adalah untuk kali kedua Marquez gagal minta maaf ke The Doctor usai insiden tabrakan di MotoGP Argentina, 8 April lalu.

Sejumlah pihak mengkritik tindakan Rossi yang tidak menerima jabat tangan Marquez. Salah satu kritikan datang dari mantan rekan setim Rossi di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, yang menganggap juara dunia Grand Prix sembilan kali itu bersikap seperti anak kecil.

indakan Rossi sebenarnya sebuah strategi yang sudah dipersiapkan sejak awal musim. Sejumlah media Spanyol sebelumnya mengklaim Rossi sengaja memelihara perseteruan dengan Marquez untuk mengganggu konsentrasi juara bertahan MotoGP itu.

Rossi diklaim berharap konsentrasi Marquez bisa terganggu dengan adanya konflik yang tercipta sepanjang MotoGP 2018. Rossi yang sudah lebih dari 20 tahun berkarier di Grand Prix Sepeda Motor berharap perang urat saraf yang dilakukan berhasil.

Menariknya, Marquez tidak terganggu dengan perang urat saraf yang dilakukan Rossi. Terbukti Marquez tetap berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2018. Memasuki balapan MotoGP San Marino, Marquez masih unggul 59 poin atas Rossi.

Keputusan Marquez yang berusaha menjabat tangan Rossi jelang MotoGP San Marino juga terlihat seperti langkah meladeni perang urat saraf The Doctor. Marquez seakan-akan juga ingin membuat Rossi kehilangan konsentrasi di sisa tujuh balapan MotoGP 2018.

Dengan koleksi empat gelar juara dunia MotoGP dalam lima musim terakhir, Marquez sudah tidak bisa dianggap sebagai pebalap ‘kemarin sore’ oleh Rossi. Marquez sudah jauh lebih dewasa baik di dalam dan luar sirkuit.

Kini Marquez seperti mengendalikan perseteruan dengan Rossi. Setidaknya Marquez sedang di atas angin karena berada di puncak klasemen MotoGP 2018 dan tidak sedang bermasalah dengan sepeda motor. Sebaliknya, Rossi sedang bermasalah dengan sepeda motor M1 Yamaha dan belum pernah menang dalam lebih dari satu tahun terakhir.

Marquez sadar hanya butuh konsentrasi di tujuh seri terakhir untuk memastikan gelar juara dunia MotoGP kelimanya, tidak perlu terganggu dengan isu Rossi. Andai permintaan maafnya diterima Rossi, maka itu bisa dianggap sebagai bonus tambahan bagi Marquez di MotoGP 2018.

Sementara bagi Rossi, mantan pebalap Ducati dan Repsol Honda itu harus mencari cara baru untuk bisa mengganggu konsentrasi Marquez. Tidak bisa dipungkiri Rossi masih menjadi salah satu pebalap yang punya kemampuan untuk menjegal langkah Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini.

-Artikel Asli-

[rev_slider alias=”iklan1″][/rev_slider]