• Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
SPIRIT OF LINGGA
Advertisement
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
SPIRIT OF LINGGA
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Obat Palsu Beredar, Pengusaha Farmasi Minta Apotik Tidak Tergiur Harga Murah

Vee by Vee
Juli 25, 2019
in Kesehatan
469
VIEWS

LINGGASATU.COM — Beredarnya obat palsu dibeberapa apotik dikawasan Jabodetabek, Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi menyampaikan keluhan terkait pemilik jaringan apotek dan toko obat. Menurutnya sebagai yang paling dekat dengan masyarakat, apotek dan toko obat seharusnya menyeleksi produk sebelum menjualnya pada konsumen.

“Apotek dan toko obat seharusnya bisa membedakan produk yang asli dan tidak. Karena masyarakat sulit mengetahui perbedaannya, apalagi dengan kemasan obat palsu yang makin mirip produk asli,” kata Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Vincent Harijanto, Rabu (24/7/2019).

Diketahui beredarnya obat palsu di 197 apotik tersebut salah satunya melibatkan Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT Jaya Karunia Investindo (JKI), yang pemiliknya memproduksi dan mendistribusi obat palsu ke beberapa apotek.

Menurut Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi ini perbedaan obat palsu tersebut ketara dari harganya yang ditawarkan oleh Pedagang Obat Farmasi (PBF) kepada apotik dan toko obat, Ia meminta pengusaha apotik dan toko obat jangan tergiur oleh harga murah yang ditawarkan seharusnya kita curiga kenapa harganya lebih murag dari standart yang telah ditetapkan.

“Misalnya biasa beli 10 boks, eh tiba-tiba dibilang kalo beli 20 boks dapat diskon 30 persen. Yang seperti ini harus dicurigai, karena mana bisa PBF ngasih diskon sebesar itu. Boleh saja tertarik beli, tapi harus dipikirkan lagi,” kata Vincent.

Hal lain yang wajib diperhatikan adalah kemasan produk ketika sampai di apotik dan toko obat. Produk obat asli mengikuti standar dalam Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Pemalsu biasanya akan membuat serapi mungkin hingga terlihat seperti yang asli, sehingga tak ada salahnya lebih jeli memperhatikan kemasan produk obat. (FKR)

Source : Detikhealth

Vee

Vee

Related Posts

Jasa Raharja Perkuat Budaya Risiko untuk Dorong Transformasi Pelayanan kepada Masyarakat melalui Risk Townhall 2026
Nasional

Jasa Raharja Perkuat Budaya Risiko untuk Dorong Transformasi Pelayanan kepada Masyarakat melalui Risk Townhall 2026

Agustus 19, 2026
Jasa Raharja Maknai Keselamatan sebagai Salah Satu Wujud Kemerdekaan
Nasional

Jasa Raharja Maknai Keselamatan sebagai Salah Satu Wujud Kemerdekaan

Agustus 18, 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Jasa Raharja Gelar 17-an Bareng Jasfren untuk Edukasi Keselamatan lewat Karnaval dan Lomba Rakyat
Nasional

Semarak HUT ke-81 RI, Jasa Raharja Gelar 17-an Bareng Jasfren untuk Edukasi Keselamatan lewat Karnaval dan Lomba Rakyat

Agustus 16, 2026

BERITA TRANDING

  • Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengalaman Sutan Sunat di Safute Robot (Safubot)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Golkar Tancap Gass Di Pilkada Lingga Jagokan Kamarudin Ali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gogon Srimulat Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Mantan Kapolres Lingga Dicatut Oknum Tidak Bertanggung Jawab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved

No Result
View All Result

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved