Lingga Satu
Lingga

Perangkat Desa Hadapi Lebaran Dengan Kecewa

Linggasatu.com | Dabo — Sejumlah perangkat Desa mulai dari RT, RW hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga mengaku kecewa, hal ini di karenakan honor atau gaji mereka sebagai perangkat Desa di tahun 2018 ini tidak di bayarkan oleh Kepala Desa dan Bendahara.

“Kami merasa kesal, karena hak kami tidak di berikan oleh kepala Desa dan Bendahara Desa tanpa alasan yang jelas, padahal momen lebaran honor atau gaji itu sudah kita tunggu-tunggu untuk beli baju dan kue untuk anak bersama istri.” ujar Suwar Tokoh Pemuda Desa Tanjung Irat Senin (18/6).

Menurut Suwar dia dan sejumlah perangkat desa sudah berusaha berjumpa dengan Plt Kepala Desa Tanjung Irat Amren dan Bendahara Desa Tanjung Irat Deddy untuk meminta solusi namun jawaban yang diberikan sama sekali tidak peduli dengan keluhan-keluhan yang disampaikan oleh perwakilan RT dan RW, bahkan tambah mantan anggota BPD Desa Tanjung Irat ini honor atau gaji yang di berikan kepada Kepala Desa jumlahnya cukup kecil.

“Kalau di Desa yang lain di Kabupaten Lingga perangkat terima gaji enam bulan, tapi kalau di desa kami hanya tiga bulan hal inilah yang membuat kami kecewa sehingga ada beberapa perangkat yang tidak ambil honor, padahal dari Pemerintah Kabupaten Lingga Desa Tanjung Irat tahun anggaran 2018 tahap 1 ini terima anggaran Rp 530 juta” terang Suwar.

Hal yang sama juga di sampaikan Selan ketua RW 01, pria ini mengaku sangat prihatin dengan kepemimpinan Plt Desa Tanjung Irat, hal ini karena Kepala Desa dan Bendahara jarang kekantor sehingga kantor hanya diisi oleh tenaga honor selain itu masih adanya pembangunan desa yang belum tuntas sehingga membuat masyarakat menjadi kesal dan gerah.

“Selama ini sudah 6 tahun desa ini berdiri sejak dimekarkan, namun baru tahun ini kami di gaji tidak sesui dengan bulanya, ada apa sebenarnya dengan perangkat desa kok benar-benar menyakiti hati kami.” terang Selan

Sementara itu Amren Plt Kepala Desa Tanjung Irat saat di konfirmasi lewat ponselnya mengaku juga kecewa dengan tidak dibayarkanya honor oleh Bendahara pada perangkat Desa, Amren mengaku sudah konfirmasi dengan Dedy selaku bendahara dan jawaban Dedy membenarkan bahwa dirinya baru membayar honor perangkat RT, RW dan Desa hanya 3 bulan saja hal ini dikarenakan kekosongan kas dan dirinya sudah terlanjur memberi material bangunan.

“Saya udah tanya sama bendahara, saat ini Dedy lebih konsentrasi untuk pembelian material bangunan sehingga gaji honor baru di bayar 3 bulan dulu.” tegas Amren

(Ruslan)