Lingga Satu
Lingga

Teka Teki Pembunuh Bos Tekstil Asal Indonesia di Malaysia

LINGGASATU.COM — Ujang Nuryanto (37) sudah dipastikan menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Pelaku dengan keji memutilasinya. Mayat perempuan yang ditemukan bersamanya diduga kuat Ai Munawaroh, wanita yang bersamanya ke Malaysia. Untuk kepastiannya masih menunggu hasil tes DNA. Lantas siapa pembunuhnya dan apa motif pelaku membunuh bos tekstil dan teman wanitanya itu dengan sadis?

Hingga tiga minggu kasus temuan potongan tubuh dari dua mayat ditemukan di pinggir Sungai Laboh, Selangor, 26 Januari lalu, kepolisian Malaysia Polisi Diraja Malaysia (PDRM) baru menangkap dua orang WN Pakistan yang merupakan rekan bisnis Nuryanto, yaitu Javaid Iqbal Rakib dan Abas. Namun hingga kini keduanya masih berstatus saksi. Nuryanto diketahui bisnis tekstil di Malaysia setahun terakhir ini.

“Statusnya (Javaid dan Abas) masih saksi yang dicurigai. Di Malaysia itu hukum acaranya beda sama di kita (Indonesia). Kalau kami tahan orang itu sudah punya dua alat bukti, kalau Malaysia ini hukum acaranya 14 hari penyelidikan, bisa diperpanjang lagi,” jelas Sekretaris-NCB Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Dilansir Detikcom, Napoleon menjelaskan Javaid dan Anas melapor ke PDRM pada 25 Januari. Keduanya mengaku terakhir bertemu Nuryanto pada 23 Januari dan mengantar kedua korban ke pusat perbelanjaan.

“Tapi dua hari kemudian dia laporkan ke pos PDRM kalau dua orang itu hilang. Jadi memang diduga kuat (sebagai pelaku pembuhunan)” lanjut Napoleon.

Sementara itu menurut Pengacara Nuryanto, Hermawan, sebelum ke Malaysia, Nuryanto mengaku mendapat ancaman. “Ancamannya adalah sebuah teror yang mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap Pak Nuryanto atau keluarganya,” ucap Hermawan.

Hermawan tak mengungkap bentuk ancaman seperti apa yang dialami Nuryanto. Namun menurutnya, ancaman itu berupa ancaman langsung dan berkaitan dengan bisnisnya.

Menurut sumber yang tidak ingin identitasnya diungkap, sudah setahun ini Nuryanto bisnis kain di Malaysia bersama rekan bisnisnya, Iqbal. “Setahun terakhir, kalau tidak salah sudah enam kali bolak balik,” katanya.

Dia menyebut, Iqbal memiliki sejumlah toko kain di Kuala Lumpur. Saat Nuryanto tak bisa dikontak, rekan Nuryanto di Indonesia menghubunginya untuk mencari tahu keberadaan Nuryanto.

Iqbal mengaku telah mengecek hotelnya dan menyebut bahwa Nuryanto dan Ai pergi meninggalkan hotel. Namun barang-barangnya masih berada di hotel. Iqbal menyatakan akan mencari Nuryanto setelah 36 jam hilang, dengan dalih aturan di Malaysia seperti itu.

“Saat Iqbal ditahan karena dugaan dia sebagai pelaku, terus terang hampir tak mempercayainya. Yanto tuh kalau ke Malaysia ya ditemani Iqbal,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan keterangan istri Nuryanto, Meli Rachmawati, kepergian suaminya ke Malaysia untuk menagih uang hasil penjualan kain yang mencapai Rp 7 miliar. Bahkan menurut Meli, masih ada kain yang belum terjual dengan nilai Rp 2 miliar.

Nuryanto dan Ai pergi ke Malaysia melalui Bandara Husein Sastranegara pada 17 Januari lalu. Rencananya mereka kembali ke Indonesia pada 23 Januari. Soal Ai yang ikut bersama Nuryanto, Meli mengaku tak mengetahuinya. Bahkan ia mengaku tak mengenal sosok Ai.

Namun tiba-tiba 22 Januari, Nuryanto tak bisa dihubungi keluarganya di Indonesia. Di tengah proses pencarian keberadaan Nuryanto, ada kabar ditemukan potongan tubuh yang berasal dari dua mayat berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Berdasarkan berbagai petunjuk, keluarga menduga keduanya merupakan Nuryanto dan Ai. Mereka pun melapor ke PDRM. Selanjutnya dilakukan tes DNA dari keluarga Nuryanto dan Ai. Polisi juga melakukan tes sidik dari potongan tangan yang ditemukan, dan terbukti itu adalah benar Nuryanto.

Kini tinggal kebenaran mayat perempuan itu apakah benar Ai Munawaroh atau bukan. Selain itu, siapa pembunuh dan apa motifnya hingga kini masih misterius.

Editor : Sakti