Lingga Satu
Headline News Pak Mok

Catatan Harian Pak Mok (Patroli Bersama Sang Buah Hati)

Hujan masih terus membasahi bumi,sejumlah ruas jalan di Dabo Singkep masih tergenang dengan air hujan, Pak Mok yang pagi itu akan beranjak kerja terlihat beberapa kali mengintip dari balik jendela kaca rumahnya.

Meski teh hangat buatan Adinda Tercinta Nusantara (panggilan manja isti Pak Mok) telah hadir namun belum juga mampu menurunkan suhu udara dingin yang menyerang tubuh Pak Mok hingga sampai ketulang.

‘’Kalau teh buatan di cafe sebelah kantor dan yang buat si Menik uwih pasti top, apalagi di tambah senyumnya waduhhh tak tahan bisa tambah 5 gelas. ’’ lamunan Pak Mok.

Foto : Teh Indonesia

Negeri Tiongkok menjadi tempat lahirnya teh. Di sanalah pohon teh Tiongkok (Camellia sinensis) ditemukan dan berasal, tepatnya di provinsi Yunnan, bagian barat daya Tiongkok, Tanaman penghasil teh (Camellia sinensis) pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh (diduga teh sinensis) dari Jepang yang dibawa oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias namun sering berkembangnya jaman Teh akhirnya menjadi minum kas di Indonesia bahkan dengan kualitas cukup bagus.

Namun hayalan Pak Mok seketika sirna saat hujan sudah mulai reda dari balek pintu kamar sang buah hati Pak Mok minta jalan-jalan, suatu rutinas yang sudah biasa dilakukan Pak Mok sebelum berangkat kerja, keliling Dabo Singkep sambil membelikan jajanan untuk sang jagoan.

Namun hari ini sang Jagoan sedikit rewel seakan-akan sudah tau niat bulus Pak Mok, meski jajan sudah dua kantong plastik lengkap dengan minuman susu coklta cap kudang terbang namun sang jagoan engan di antar pulang kerumah dan tetap min di temani Pak Mok. ’’Wah bisa lama ni minum teh di cafe sebelah kantor.’’ kata Pak Mok dalam hati.

Dengan penuh kesabaran dan sedikit keterpaksaan Pak Mok tidak ada pilihan lain kecuali menuruti keinginan sang buah hati yang umurnya masih sekiat 3 tahun, namun hingga pukul 10.00 Wib acara jalan-jalan dan keliling Dabo Singkep tidak juga usai Pak Mok akhirnya hanya dapat pasrah dan pulang kerumah dengan wajah sedih.

‘’Hari ini gagal ketemu Menik dan menikmati teh hangat buatanya.’’ kata Pak Mok dalam hati dengan wajah pucat.(redaksi)      

[Total_Soft_Poll id="2"]