• Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
SPIRIT OF LINGGA
Advertisement
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
SPIRIT OF LINGGA
No Result
View All Result
Home Nasional

Galangan Kapal Indonesia Butuh Perhatian Pemerintah

Vee by Vee
Juli 29, 2019
in Nasional
442
VIEWS

LINGGASATU.COM — Anggota Komisi V DPRI-RI Bambang Haryo Soekartono, minta pemerintah perhatikan terhadap industri maritim, yang mana industri pada dunia maritim merupakan salah satu program unggulan nawa cita kabinet Joko Widodo – Jusuf Kalla. industri maritim yang meliputi perikanan, pelayaran dan galangan kapal.

Menurut anggota dewan ini fokus pada industri galangan kapal hingga saat ini Indonesia mengalami keterpurukan, dengan ramainya karyawan ahli las dan bidang lainnya di dunia galangan berpindah profesi menjadi Ojek Online (Ojol) yang disebabkan sepinya pekerjaan di galangan kapal.

“Hampir 50% galangan kapal Indonesia mengalami kesulitan, lantaran kurangnya perhatian pemerintah terhadap Industri ini” katanya dikutip dari Sindonews, Senin (29/07/2019)

Dipaparkan oleh Bambang Haryo,  tingginya nilai perpajakan yang dibebankan kepada industri pelayaran yaitu 1,2% final pendapatan, kemudian Pendapatan Negara bukan Pajak (PNBP) naik 100% – 1000% mulai tahun 2017 hal ini yang membuat lesu dunia galangan di seluruh Indonesia.

“Keterpurukan pada Industri Maritim ini karena bunga bank di atas bunga komersial dan sulit mendapatkan dana investasi karena dianggap industri high risk, padahal di Malaysia, bunga bank industri maritim sepertiga dari bunga komersil,” katanya

Menurut pandangan anggota dewan komisi V ini, pertumbuhan ekonomi pada industri maritim hanya berdampak industri pariwisata, akan tetapi untuk industri galangan kapal justru mengalami kemunduran pada kabinet sekarang.

Untuk itu, Ia berharapa pemerintah dapat lebih memperhatikan fasilitas, insentif dan kemudahan perijinan untuk industri maritim bukan malah memberikan beban yang demikian besar terhadap industri maritim, baik industri galangan kapal, industri pelayaran dan industri perikanan. (FKR)

Source : Sindonews

Vee

Vee

Related Posts

Rubi Handojo Soroti Transformasi SDM sebagai Penggerak Daya Saing Perusahaan di HR Networking 2026
Nasional

Rubi Handojo Soroti Transformasi SDM sebagai Penggerak Daya Saing Perusahaan di HR Networking 2026

Januari 12, 2026
Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban Kecelakaan Disalurkan Cepat dan Tepat Sasaran Selama Nataru 2025–2026
Nasional

Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban Kecelakaan Disalurkan Cepat dan Tepat Sasaran Selama Nataru 2025–2026

Januari 6, 2026
Peringati HUT ke-65, Jasa Raharja Perkuat Pelayanan Publik yang Relevan dan Berkelanjutan
Nasional

Peringati HUT ke-65, Jasa Raharja Perkuat Pelayanan Publik yang Relevan dan Berkelanjutan

Januari 5, 2026

BERITA TRANDING

  • Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Golkar Tancap Gass Di Pilkada Lingga Jagokan Kamarudin Ali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengalaman Sutan Sunat di Safute Robot (Safubot)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gogon Srimulat Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Lingga Rencana Ubah Wajah Dabo Singkep

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved

No Result
View All Result

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved