• Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
SPIRIT OF LINGGA
Advertisement
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepulauan Riau
  • Oto & Tekno
  • Ekonomi
  • Politik
  • Saka
No Result
View All Result
SPIRIT OF LINGGA
No Result
View All Result
Home Batam

Patroli Gabungan TNI AU dan Ditpam BP Batam Sita 5 Unit Mesin Sedot Penambangan Pasir Ilegal di KKOP Hang Nadim

Vee by Vee
Februari 17, 2021
in Batam, Berita
446
VIEWS

KUTIPAN.CO – Patroli gabungan antara TNI AU Lanud Hang Nadim dan Ditpam BP Batam sita 5 unit mesin sedot pasir dari penambangan pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Rabu (17/2/2021).

Kadisops Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo mengatakan, operasi dan penertiban kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Patroli KKOP yang dilaksanakan kemarin Selasa (16/2/2021) lalu, dengan menyita puluhan ekor babi yang sengaja dipelihara oleh masyarakat untuk keperluan komersial tanpa memikirkan keselamatan operasi penerbangan.

“Patroli gabungan ini akan terus dilaksanakan hingga semuanya benar-benar bersih dan tertib hingga radius 15 Km dari tepi landasan sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku yaitu UU Penerbangan nomer : 01 tahun 2009,” jelas Mayor Lek Wardoyo.

Patroli Gabungan TNI AU dan Ditpam BP Batam
Lokasi penambangan pasir daerah Teluk Bakau (Foto : Yuyun)

Sementara itu, Kasi Patroli dan Pengamanan Hutan Direktorat Ditpam BP Batam, Wilem Sumanto saat di lokasi penambangan pasir daerah Teluk Bakau mengatakan, pihaknya sudah melayangkan beberapa kali imbauan berupa surat edaran kepada pihak pengelola namun diabaikan.

“Dan hari ini terpaksa kita lakukan tindakan tegas berupa penyitaan 5 unit mesin sedot pasir dan berbagai peralatan pendukung penambangan pasir liar karena kegiatan penambangan pasir ini semakin mengancam keselamatan penerbangan,” tegas Wilem.

“Titik tambang pasir ilegal di kawasan penerbangam Bandara ini lumayan banyak, sebagian sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, namun ada juga sebagian masih beroperasi,” sambungnya.

Wilem menambahkan, aktifitas tambang pasir kawasan tersebut sudah cukup lama dan bahkan ada beberapa tempat yang sudah menjadi kubangan dan dikhawatirkan kubangan tersebut akan menjadi ekosistem baru bagi ikan dan mengundang elang untuk berburu ikan di tempat tersebut.

“Keberadaan burung elang itulah yang menjadi ancaman bagi keselamatan penerbangan di Bandara Hang Nadim ini,” pungkas Wilem.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

Tags: ditpan batamlanud hang nadim
Vee

Vee

Related Posts

Batam

TNI-AU dan Ditpam BP Batam Sita 36 Ekor Babi

Februari 16, 2021
Berita

Lanud Hang Nadim Seleksi Calon Prajurit, Danlanud : Cari Bibit Yang Berkualitas

Januari 22, 2021
Berita

Pasca Tanah Longsor dan Banjir, Personel Lanud Hang Nadim Gelar Gotong Royong Massal

Januari 9, 2021

BERITA TRANDING

  • Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    Matematika, Cina Kuno Tertarik Pada Pola Angka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Golkar Tancap Gass Di Pilkada Lingga Jagokan Kamarudin Ali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengalaman Sutan Sunat di Safute Robot (Safubot)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gogon Srimulat Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Mantan Kapolres Lingga Dicatut Oknum Tidak Bertanggung Jawab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi dan Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved

No Result
View All Result

Copyright @2023 LINGGASATU.NET All right reserved